Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)

Untuk membuat tulisan berjalan atau Marquee ini sebenarnya sangat mudah. Kali ini kita akan mencoba membuat beberapa jenis marquee, agar lebih banyak variasi yang bisa anda pilih.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat datang dan semoga bermanfaat...!

Kamis, 28 April 2016

TNA: TEKNIK DAN ALAT ANALISIS PELATIHAN

TEKNIK DAN ALAT ANALISIS PELATIHAN
PENDAHULUAN
Analisis kebutuhan pelatihan perlu dilakukan sebelum memulai kegiatan. Dari hasilnya akan dihasilkan disain pelatihan yang sesuai dan tepat sasaran. Berdasarkan pengalaman, umumnya peserta pelatihan langsung diberikan materi tanpa terlebih dahulu melalui proses analisis kebutuhan pelatihan. Seorang pelatih profesional harus terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan pelatihan sebelum melaksanakan  suatu pelatihan. Pelatihan adalah kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pekerja dalam pekerjaan yang diserahkan kepada pelatih. Pelatihan  dilakukan secara sistematis menurut prosedur dan metode yang sesuai serta dijalankan secara sungguh-sungguh dan teratur.
Bagi seseorang yang baru bekerja, pelatihan diberikan untuk membantu pekerja tersebut dalam mendapatkan dan menguasai kecakapan dan keterampilan dalam bidang kerjanya. Sebagai contoh untuk mengoperasikan computer atau mesin bagi pekerja baru dia harus mengetahui tata cara mengoperasikannya tapi bagi pekerja lama dia akan perlu dilatih apabila bila ada perubahan tata kerja atau penggantian alat kerja. Meskipun pada umumnya pelatihan diberikan pada para pekerja operasional dan manual, namun tidak terbatas bagi mereka saja. Seorang pekerja pada bidang manajerial tidak jarang memerlukan juga pelatihan misalnya dibidang manajemen baru atau prosedur kerja baru sebagai akibat penggunaan teknologi kerja yang baru.
Dengan mendapatkan pelatihan yang sesuai para pekerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka yang diakibatkan  meningkatnya kepercayaan diri dan semangat kerja. Secara umum analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang ada di dalam instansi yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki agar kinerja pegawai dan produktivitas instansi menjadi meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data akurat tentang apakah ada kebutuhan untuk menyelenggarakan pelatihan.
Dalam pembahasan makalah ini, akan dibahas tentang teknik dan alat yang digunakan dalam melakukan analisis pelatihan. Untuk memberikan pemahaman awal bagi kita dalam memahami hubungan teknik analisi dengan alat bantu untuk memncapai tujuannya, berikut Gambar 1 (Rosset, 1987:24) menghadirkan hubungan dari teknik dan alat bantu dalam analisis pelatihan.

PEMBAHASAN
A.      Teknik Analisis Pelatihan
Pelatihan merupakan kegiatan belajar. Dalam pelatihan yang baik terjadai perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan dan keterampilan menjadi lebih baik yang diakibatkan oleh interaksi antara peserta  dengan kegiatan pelatihan tersebut. Dalam proses pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan baru, pandangan baru, perilaku baru, cara baru, kecakapan baru dan keterampilan baru tentunya. Pembelajaran melalui pelatihan tidak secara otomatis dilakukan, yang berarti bahwa pelaksanaan pelatihan membutuhkan kerjasama antara pelatih dan peserta pelatihan. Oleh karena itu peran antara pelatih dan peserta pelatihan perlu dioptimalkan.
Hardjana (2001:16) mengidentifikasikan beberapa tanggung jawab dan tugas seorang pelatih professional yang berkaitan dengan pelatihan, yaitu :
1.         Mengumpulkan dan mendiagnosis data tentang kebutuhan pelatihan, serta menganalisis dan menyimpulkan data tersebut untuk menentukan pelatihan yang diperlukan.
2.          Merancang dan mengembangkan program pelatihan yang sesuai.
3.         Menyusun rancangan penyampaian pelatihan yang meliputi metoe, strategi, dan tekniknya.
4.         Melaksankan pelatihan, baik sendiri ataupun dalam tim.
5.         Mengevaluasi pelatihan yang sudah dilaksanakan.
6.         Mengadministrasikan pelatihan yang sudah dilaksanakan, program, materi, sistem evaluasi, peserta, dan pembiayaannya.
7.         Menyusun rencana follow-up dan pelaksanaannya.
Melalui proses pelatihan diharapkan peserta dapat siap dan bersedia meninjau pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan, dan keterampilan mereka dan berusaha untuk mengubahnya, mengenal kekuatan-kekuatan yang mendukung terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan dan keterampilan mereka maupun kelemahannya, mampu merumuskan perubahan-perubahan yang mereka inginkan dalam pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan, dan keterampilan yang sudah diubah menjadi baru, baik selama pelatihan maupun dalan dunia nyata dalam hidup dan kerja mereka.
Ada 3 (tiga) teknik TNA yang akan dilakukan pada analisis kebutuhan pelatihan seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 yaitu:
1.         EDA = Extant Data Analysis / Analisis data ekstan,
Menurut Rosset, (1987:25) mengatakan bahwa Data yang masih ada (ekstan) adalah "subtansi/unsur" yang mana perusahaan mengumpulkan segala yang mewakili hasil kinerja karyawan. Data ekstan ini bisa jadi berupa angka penjualan, laporan kecelakaan, surat-surat manajemen, daftar hadir atau keluar dari wawancara, dan sebagainya. Kata kunci dari semua itu adalah bahwa kita mencari keseluruhan hasil perilaku karyawan, bukan hanya satu surat keluhan atau call-backs (Rosset, 1987:25).
Dengan kata lain, EDA merupakan teknik analisis yang mengarahkan langsung pada hasil. Data yang ada berupa laporan hasil dari kemampuan/kerja karyawan.  Hal ini merupakan gambaran aktivitas pekerja dilihat dari hasil kerja, dengan melihat apa yang dikerjakan atau merupakan penilaian terhadap kinerja sesuai dengan kenyataan yang ditunjukkan dari hasil kerja karyawan.
Rosset (1987) menjelaskan bahwa dalam EDA tidak melihat apa yang dilakukan karyawan; akan tetapi melihat efeknya dan kemudian menyimpulkan kembali dari hasil untuk menggambar performa yang sebenarnya. Kita mencari hasil dari tindakan karyawan dalam kesesuaian dari tujuan perusahaan atau agen, dengan ini kita dapat menyimpulkan banyak hal dari hasil tentang kinerja karyawan saat ini.
Berdasarkan hal tersebut, analisis data ekstan menggali dan menemukan hal yang ACTUALS, memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya yang terjadi di tempat kerja. ketika EDA menghadirkan sepenuhnya dari efektivitas karyawan, ia tidak memberitahu anda mengapa masalah ada atau tidak atau bagaimana karyawan merasakan hal itu.
Untuk memahami EDA, kita harus berpikir tentang perbedaan antara prilaku dan pencapaian, bentuk tindakannya dan hasil yang diperoleh dari tindakan tersebut. Kegunaan perbedaan ini telah dibahas oleh Thomas Gilbert (1978) dalam Kompetensi Manusia. Pertimbangkan bagaimana pramuniaga yang membuat banyak melakukan panggilan lewat telepon, tetapi menjual produk-produk sedikit. Atau mempertimbangkan instruktur yang terus berbicara dan berbicara, poin dan isyarat/contoh, namun ketika siswanya memulai pekerjaannya tidak benar-benar dapat melaksanakan prosedur yang diajar dalam kursus ini.
Pelatihan yang professional tidak keluar dan membuat kembali data yang masih ada. Sebaliknya, dia meminta akses kepada apa yang sudah ada, untuk catatan dan file yang berada dalam perusahaan atau agen.  Tujuan utama EDA ini adalah menguji hasil, mencari kebenaran melalui trend, menyesuaikan tujuan perusahaan, menghemat dana, dan memeriksa/membuktikan apa yang didengar selama TNA.
2.         NA = Needs Assessment/Analisis atau Penilaian Kebutuhan.
Penilaian kebutuhan (NA) merupakan kawasan spesifik dari teknik akhir yang memenuhi seluruh cakupan dari tujuan TNA. NA adalah cara kita untuk keluar dan mencari pendapat yang optimal, actuals, asumsi, penyebab dan solusi dari berbagai sumber. Data yang masih ada merupakan tentang kesimpulan yang didasarkan pada hasil. Penilaian Kebutuhan merupakan tentang pendapat. Tidak seperti data lama, yang dipersiapkan keberadaannya, penilaian kebutuhan berkaitan dengan mencari sumber-sumber informasi baru dan perspektif tentang mengapa penjualan mobil turun atau permintaan untuk pengiriman naik.
Selama kebutuhan pelatihan, tenaga professional mencari pendapat dari sumber-sumber yang relevan. Apa yang dimaksud dengan performa yang optimal atau keahlian? Bagaimana hal-hal tersebut sekarang? Apakah karyawan saat ini melakukan pekerjaannya? yang tidak bekerja? Apa perasaan yang mengelilingi bagian pekerjaan mereka atau teknologi baru? Apa menurut sumber-sumber yang menyebabkan masalah dan, kadang-kadang, bagaimana mereka berpikir hal itu sebaiknya dipecahkan?
Berpikir tentang masalah operator telepon pelatihan untuk berhubungan dengan pelanggan dalam konteks yang terkomputerisasi, baru. Untuk analisis data yang masih ada, pelatihan akan melihat hasil professional pada nomor, alam dan panjang kontak. Ia juga meminta untuk melihat surat keluhan atau pesan dari pelanggan. Penilaian Kebutuhan, pada sisi lain, mungkin melibatkan melakukan wawancara dengan pengawas, operator dan pelanggan. Survei cetak mungkin juga akan didistribusikan untuk mendapatkan kesamaan gambaran dari perasaan operator tentang system baru dan kemampuan mereka untuk menanganinya.
 3.         SMA = Subject Matter Analysis atau Analisis Materi Subjek
Selama analisis pokok persoalan, pelatih atau pengembang instruksional mencari sifat dan bentuk dari kerangka pengetahuan karyawan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara efektif. Hal itu adalah sebuah penyelidikan yang detail secara OPTIMALS, pada informasi yang disampaikan karyawan akan keahlian yang dimungkinkan untuk diperolehnya sebelum melakukan pekerjaan. Bisa jadi itu berupa informasi tentang sumber-sumber yang layak untuk merespon pertanyaan pelanggan atau aturan tentang mengakses sistem komputer. Atau bisa jadi cara-cara yang sesuai dengan perbedaan masalah yang dialami dalam diri mereka, atau informasi tentang kompatibilitas dari sebuah garis pada bagian komputer. Dalam pencarian pada skema mental atau koneksi yang mewakili apa yang efektif pelaku ketahui.
Analisis pokok persoalan ini dilakukan melalui interaksi dengan para ahli pokok persoalan dan dokumen untuk memperoleh informasi penting. Informasi ini kemudian bertindak sebagai dasar untuk program-program pelatihan dan pekerjaan.
Tantangan dalam analisis pokok persoalan adalah untuk mengungkapkan detil dari ketidak jelasan kerangka pengetahuan. Memikirkan tentang perbedaan antara keberhasilan penjualan dan keberhasilan pemasangan telepon, atau antara kecemerlangan diagnosis medis dan efektif menggambar darah. Penjualan dan mendiagnosis didasarkan pada fakta-fakta, konsep-konsep dan prinsip-prinsip, yang tak terlihat oleh mata telanjang, mengamati, dan disimpan sebagai skema dalam pikiran. Menyaksikan pramuniaga atau dokter yang tidak akan memberitahu anda apa yang mereka ketahui yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang efektif. Tentu saja ada yang mungkin dibayangkan di sini. Tetapi bukan rincian penting dan hubungan. Mereka harus dating dari wawancara optimal dengan ahli pokok persoalan dan rujukan  kepada literatur yang mengelilingi pekerjaan mereka.
Analisis tugas adalah sebuah teknik TNA yang diperoleh agar OPTIMALS dipasang untuk tugas-tugas yang terlihat. Mengandalkan terutama pada pemerhatian, selama model analisis tugas pemusik melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik sehingga keterangan lengkap dari keunggulan yang dapat direkam oleh professional pelatihan. Elemen-elemen ini terlihat, performa yang optimal kemudian melayani sebagai dasar untuk pelatihan.

B.       Alat Analisis Pelatihan
1.         Mewawancarai / Intervieuw
Merupakan salah satu alat atau instrument dalam pengumpulan data atau informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan system informasi. Interviews atau wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana. Interview dapat diartikan sebagai wawancara yang merupakan metode dalam pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antar penyelidik dengan subjek atau dapat disebut sebagai responden. Wawancara memungkinkan dalam pengumpulan data mendengar tujuan-tujuan, perasaan, pendapat, dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para pembuat keputusan organisasional. Dengan teknik pengumpulan informasi menggunakan wawancara untuk mengembangkan hubungan mereka dengan klien, mengobservasi tempat kerja serta untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan kelengkapan informasi. Wawancara secara langsung adalah yang paling efektif dilakukan selama wawancara untuk mengumpulkan data, kendatipun demikian beberapa situasi yang tidak memungkinkan pewawancara dan responden bertemu dapat dilakukan melalui telepon
Berkenaan dengan mewawancarai ini, Rosset (1987) mengemukakan bahwa Kita mewawancarai merupakan bagian dari kebutuhan pokok persoalan, dan analisis tugas. Selama wawancara, kita mengejar informasi yang berhubungan untuk semua tujuan TNA. Mungkin juga sebuah wawancara mungkin menyediakan akses ke data yang masih ada (EDA).
2.         Mengamati / Observasi
Observasi adalah sebagai salah satu alat analisis kebutuhan pelatihan memegang peranan penting dalam proses analisis. Alasan yang sangat mendasar sehingga observasi digunakan adalah untuk mendapatkan informasi keadaan yang aktual dan kondisi yang optimal dalam suatu pekerjaan. Keberhasilan dalam melakukan observasi sangat ditentukan oleh observer yaitu orang yang ditugaskan untuk melakukan dan melaporkan hasil pengamatan dengan baik, maka seorang observer perlu memiliki kemampuan-kemampuan pendukung dalam upaya penggalian informasi dalam analisis kebutuhan pelatihan. Melalui observasi, profesioanal pelatihan menggunakan pemikiran dan perasaan mereka untuk mengamati apa yang terjadi dalam lingkungan kerja ketika karyawan melakukan pekerjaannya. Panduan observasi adalah alat bantu kerja yang digunakan saat melakukan pengamatan di lapangan, menggali data yang sudah ada sebelum dan sesudah ke lapangan.
3.         Pengelompokkan / grup fasilitas
Salah satu cara hemat biaya untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi, dan dukungan garnering, adalah melalui penggunaan TNA kelompok. Penggunaan kelompok-kelompok untuk TNA didasarkan pada keyakinan dalam sinergi, bahwa produk dari interaksi banyak peserta melampaui jumlah tradisional dari bagian-bagian. Kelompok ini seringkali digunakan sebagai juri yang terdiri dari para ahli untuk memperoleh sebuah pendapat consensus pada optimal.
4.         Survei melalui Memanfaatkan Angket
Kuesioner atau survey ini adalah perangkat yang sangat baik untuk memperoleh informasi yang relevan dengan semua kemungkinan tujuan TNA. Dalam analisis kebutuhan pelatihan, berfungsi sebagai alat pengumpulan data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban. Angket dapat berupa daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis dana sebagai jalan komunikasi untuk memperoleh data dari sumber data (responden). Suatu survey dan angket yang disusun dan disebarkan untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Daftar pertanyaan dalam angket atau survey dipersiapkan untuk tujuan yang spesifik, menyalurkan sumber, biasanya nama responden tidak dikenal, hasil pengisian dikembalikan ke pengirim, dan untuk selanjutnya dianalisis untuk memperoleh informasi tertentu sesuai dengan tujuan penyusunan angket dan survey.

PENUTUP
Pelatihan merupakan kegiatan belajar, dalam pelatihan yang baik terjadi perubahan dalam hal pengetahuan, perilaku, sikap, kecakapan, dan keterampilan menjadi lebih baik yang diakibatkan oleh interaksi antara peserta dengan kegiatan pelatihan. Masalah umum yang dihadapi oleh para pelatih professional untuk menganalisis kebutuhan pelatihan adalah masalah kinerja  serta Sistem dan teknologi baru. Untuk mengetahui masalah tantangan yang dihadapi pelatih professional, seorang pelatih idealnya diperlengkapi dengan teknik-teknik dan alat-alat analisis kebutuhan pelatihan.
Teknik-teknik analisis kebutuhan pelatihan mencakup : (1) Analisis data ekstan, (2) Analisis kebutuhan dan (2) Analisis pokok masalah. Sedangkan alat analisis mencakup : (1) mewawancarai, (2) mengamati, (3) Memfasilitasi kelompok (4) survey dengan menggunakan angket.
DAFTAR PUSTAKA
Hardjana M.A. 2001. Training SDM yang Efektif. Yogyakarta: Kanisius
Rosett, Allison dan Joseph W. Arwady. 1989. Training Need Assesment. Educational Technology Publication New Jersey.


Rabu, 27 April 2016

TENTANG CARA MENDIDIK ANAK




Cara Yang Baik Untuk Mendidik Anak - Ketika orang tua mulai menyadari akan rendahnya akhlak si anak, maka muncul beberapa pertanyaan: “mengapa anakku seperti ini?”, “Prilaku siapakah yang ia tiru?” “Apakah aku salah dalam mendidik anak?” Dan pertanyaan lainnya. Mungkin jika kita rangkum pertanyaan tersebut, maka akan bermuara pada pertanyaan “bagaimana sih cara yang baik untuk memberikan pendidikan anak …?”
. 
Pendoman hidup kita adalah Al-qur’an dan Alhadist, termasuk di dalamnya pedoman kita dalam memberikan pendidikan anak. Untuk lebih memahaminya, tentu kita memerlukan pendapat dan nasehat dari tokoh agama (ulama). Sebelumnya kita telah membahas sedikit tafsir ayat Al-qur’an tentang pendidikan anak, berikut kita akan membahas “cara yang baik untuk mendidik anak”.

A.  Luqmanul Hakim dan Taburan Hikmah

Menurut Ahmad Zayadi, dkk ( 2004:176) ungkapan-ungkapan Luqman patut dijadikan teladan oleh siapapun pada zaman ini, sistematika nasehatnya yang dikemas dengan indah, tersusun dengan teratur dan didukung oleh contoh dan budi pekerti yang amat mulia, sehingga terhujam kedalam hati. Ia mulai menaburkan nasihatnya dengan tauhid/ mengesakan Allah, mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah (beribadah) dan menanankan budi pekerti yang mulia (akhlak al- karimah) sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman [31]:13 yang kita bahas sebelumnya.

Luqman meneruskan wasiat kepada putra- putranya untuk senantiasa memelihara dan memupuk rasa keimanan kepada Allah dengan senantiasa mengadakan komunikasi dengan Allah melalui ibadah shalat, mengerjakan yang baik dan mencegah yang mungkar dan bersabar atas segala sesuatu yang menimpanya.

Lebih lanjut, luqman mengingatkan putra- putranya untuk menjaga, memelihara dan menampilkan akhlak yang mulia. Saling mengasihi diantara mereka, tidak sombong dan angkuh, apalagi sampai membuang muka. Hal ini digambarkan dalam firman-Nya:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿١٨﴾ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚإِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿١٩﴾

Artinya :
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Luqman berkata pada putra- putranya “pilihlah delapan macam perkataan para Nabi a.s” :
1.  Apabila engkau sedang melakukan shalat, maka peliharalah hatimu
2.  Apabila engkau sedang berada dalam rumah orang lain, maka peliharalah matamu. 
3.  Apabila engkau berada ditengah- tengah manusia, maka jagalah mulutmu. 
4.  Apabila engkau sedang berada dalam hidangan, maka peliharalah orang di sekelilingmu.
5.  Ingatlah dua hal dan lupakanlah dua hal, dua hal yang harus diingat adalah Allah swt (5) dan mati (6). Sedangkan dua hal yang harus dilupakan ialah kebaikanmu terhadap orang lain (7) dan kejelekan orang lain terhadap kamu (8).

Disamping itu pula, ternyata luqmanul hakim sangat piawai dalam menanamkan rasa kepercayaan diri dan sikap istiqamah kepada putra- putranya dalam beramal shaleh ditengah- tengah terjangan badai godaan yang sangat besar. Hal ini patut ditiru oleh para orang tua, guru pada saat ini ditengah derasnya arus informasi yang susah dibendung, pergeseran budaya yang telah merusak tatanan kehidupan dan merebaknya peredaran obat- obat terlarang.

B.  Pendidikan Akhlak

Bambang Trim ( 2005:8 ) mengatakan, bahwa Sudah banyak contoh bagaimana orang tergelicir karena rendahnya akhlak. Meskipun orang tersebut pintar secara intelektual dan lulus dari perguruan tinggi ternama, karier dan kehidupannya hancur karena tidak memiliki akhlak yang baik. Hal itu ternyata disebabkan oleh minimnya pendidikan akhlak. Ia benar- benar dicetak menjadi anak supercerdas secara akademik, namun benar-benar rendah secara akhlak. Ingatlah hak anak seperti yang diungkapkan Rasulullah saw :
“seorang datang kepada Nabi saw dan bertanya,”Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?’ Nabi saw menjawab,’memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hati),’ (HR. Aththusi).

Peran ayah dan ibu sangat penting, terutama ibu yang mengasuh dan menjaga anak, memberikan perlindungan serta memberikan rangsangan dan pendidikan. Dipihak lain, sang ayah dengan tugas tradisoinalnya melindungi keluarga dan mencari nafkah, harus ditambah lagi dengan menerapkan child management dalam pendidikan anak. Ayah berperan membentuk kedisiplinan dan menyiapkan anak menghadapi realitas kehidupan.

Menurut Bambang Trim (2005:63) akhlak mulia yang bisa ditanamkan dan ditumbuhkan pada jiwa kanak- kanak, adalah sebagai berikut:

1.  Mencintai Allah.

Memang perlu kesabaran, ketelatenan dan kejelian untuk mengenalkan Allah Swt kepada anak dan membuat mereka mencintai-Nya. Oleh karena itu, dalam keluarga muslim, aktivitas yang bermuara kepada Allah seperti berdoa, shalat, bersyukur dan mengaji mutlak menghiasi rumah- rumah keluarga muslim.

Dalam hal mencintai Allah, anak juga akan melihat seberapa besar kecintaan orang tuanya terhadap Allah. Hal- hal konkret yang dilihat anak adalah ibadah sehari- hari orang tua, sikap orang tua terhadap ayah dan ibunya (kakek,nenek), selaras kata dan perbuatan, larangan yang tidak dilanggar sendiri oleh orang tua, hubungan baik dengan sesama manusia dan kecintaan kepada sesama makhluk Allah.

2.  Mencintai Rasulullah.

Menurut Bambang Trim (2005:66) anak- anak kita mungkin sama dengan teman-teman seusianya menyukai  tokoh- tokoh superhero rekaan manusia ataupun tokoh- tokoh yang kerap mereka lihat di layar kaca. Sejak dini, kenalkan tokoh Rasulullah saw sebagi sosok idola anak muslim sebelum tersalip dengan  tokoh- tokoh lain yang lebih yang lebih nyata bagi mereka.kisah keteladanan maupun kepahlawanan beliau harus sudah mulai disampaikan kepada anak- anak lewat buku, maupun lewat penceritaan langsung dari orang tua.

3.  Mencintai Al- qur’an.

Kegiatan mengaji Al-qur’an yang dipertontonkan atau ditunjukan kepada anak sejak dini akan mengundang keingintahuan anak dan membuat mereka terbiasa mendengar lantunan ayat suci.

Mengajarkan Al-qur’an merupakan dasar pendidikan islam. Demikianlah sehingga Rasulullah saw pun bersabda, ”sebaik- baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari ). Oleh karena itu sebaik-baik orang tua adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkan kepada anak- anaknya. “Didiklah anak- anakmu atas tiga hal: mencintai nabi mereka, mencintai keluarga Nabi, dan membaca Al-qur’an”( HR Ath-Tabrani ).

4.  Belajar Ibadah Wajib

Menurut Bambang Trim (2005:71) untuk lebih memantapkan akhlak anak, orang tua dapat mulai mengenalkan ibadah wajib sedini mungkin ketika anak menginjak usia tiga tahun. Rasulullah saw bersabda :“Mulailah mendidik bayi- bayi kalian dengan ucapan laa ilaha ilallah”. Sabda Rasul menyiratkan bahwa kali pertama kalimat yang didengar anak adalah kalimat tauhid sebagai syiar islam.

Nabi Muhammad saw pun pernah menegaskan, “perintahkan anak- anakmu untuk melakukan shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka atasnya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah diantara mereka tempat tidurnya” ( HR Hakim dan Abu Daud ) . Pukulan yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw tersebut dimaksudkan untuk mendidik (Dr.Hj Huzaemah Tahido Yanggo, 2004:24).

5.  Mengenalkan Halal dan Haram.

Dari ibnu Mas’ud ra telah berkata Rasulullah saw, “Taatlah kamu kepada Allah dan takutlah kamu berbuat maksiat kapada-Nya. Perintahkanlah semua anakmu untuk mengerjakan suruhan, dan menjauhi larangan karena hal itu merupakan benteng bagi mereka dan bagimu dari api neraka” (HR Ibnu Jarir dan Ibnu Muzir ).

Referensi:

Selasa, 26 April 2016

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM (TAFSIR AYAT)


Tafsir Ayat Tentang Pendidikan Anak - Anak adalah titipan dan amanah dari Allah S.W.T kepada setiap orang tua. Untuk itu, sudah sepatutnya orang tua menjaga dan memberikan pendidikan yang baik kepada si anak. tidak bisa dipungkiri, jika sering kita dengar bahwa setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh / sholeha, namun dalam memberikan pendidikan, mereka tergelincir untuk mencetak anak yang super cerdas dalam bidang akademik namun lupa akan pendidikan akhlak.  



Sebagaiman yang dikemukakan Bambang Trim ( 2005:8 ) mengatakan, bahwa Sudah banyak contoh bagaimana orang tergelicir karena rendahnya akhlak. Meskipun orang tersebut pintar secara intelektual dan lulus dari perguruan tinggi ternama, karier dan kehidupannya hancur karena tidak memiliki akhlak yang baik. Hal itu ternyata disebabkan oleh minimnya pendidikan akhlak. Ia benar- benar dicetak menjadi anak supercerdas secara akademik, namun benar-benar rendah secara akhlak
 
Hal ini mungkin akibat kelalaian orang tua ataupun karena kurangnya pemahaman islam tentang pendidikan anak yang telah diterangkan dalam Al-qur'an. untuk membahas pendidikan anak ini, berikut beberapa ayat-ayat Al-qur'an dan tafsirannya sebagai pedoman awal bagi kita dalam memberikan pendidikan pada anak.

A.     Al- Baqarah ( 2: 223 )

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْۖوَقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُم مُّلَاقُوهُ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ﴿٢٢٣﴾

Artinya :
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki . Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

B.     At- Tahrim ( 66: 6 )

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ﴿٦﴾

Artinya :
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Tentang ayat :  قُواْأَنفُسَكُمْوَأَهْلِيكُمْنَاراً

“Jagalah diri dan keluarga kamu dari api (neraka)’

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talhah, dari Ibn `Abbas radhiallahu 'anhu: Dia berkata, "Bekerja dalam ketaatan kepada Allah, menghindari ketidaktaatan kepada Allah, dan jagalah keluarga kalian untuk selalu taat dan mengingat Allah, maka Allah akan menyelamatkan kalian dari neraka".

Mujahid berkata :
"Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah keluarga kalian agar bertaqwa kepada Allah".

Qatadah berkata:
"Dia diperintah untuk taat kepada Allah, untuk tidak mendurhakai Allah, dan dia diperintah agar keluarganya mematuhi perintah Allah, dan dia membantu keluarganya untuk bertindak diatas perintah Allah. Ketika melihat ketidaktaatan, dia cegah keluarganya dan melarang keluarganya dari melakukan hal tersebut".

Ad-Dahhak dan Muqatil berkata:
"Ini adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengajari keluarga dekatnya, budak-budak laki-laki dan perempuan, terhadap apa-apa yang telah Allah wajibkan bagi mereka, dan apa-apa yang telah Allah larang bagi mereka".

وَقُودُهَاالنَّاسُوَالْحِجَارَةُ

'berbahan bakar manusia dan batu'.

Hal ini menggambarkan bahwa manusia, anak cucu Adam, akan menjadi bahan bakar api neraka.

Sedangkan: وَالْحِجَارَةُ 

“batu’

Hal ini menggambarkan berhala-berhala yang disembah oleh manusia. Firman Allah Ta'ala:

إِنَّكُمْوَمَاتَعْبُدُونَمِندُونِاللَّهِحَصَبُجَهَنَّمَأَنتُمْلَهَاوَارِدُونَ

"Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya"[Al Anbiyaa:98].

Abdullah bin Mas`ud, Mujahid, Abu Ja`far Al-Baqir and As-Suddi berkata:
"Ini adalah batu belerang yang lebih busuk dari mayat busuk".

عَلَيْهَامَلَـئِكَةٌغِلاَظٌشِدَادٌ

“penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, (dan) keras”

Maknanya: para malaikat berperilaku tegas, karena rahmat (rasa belas kasihan) telah dibawa keluar dari hati mereka untuk orang-orang yang kafir kepada Allah.

شِدَادٌ

“keras”

Maknanya: sangat kuat, sangat perkasa.

لاَّيَعْصُونَاللَّهَمَآأَمَرَهُمْوَيَفْعَلُونَمَايُؤْمَرُونَ

“dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa-apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Maknanya : Apapun perintah Allah, mereka bergegas mematuhi-Nya, tanpa penundaan bahkan hanya sekejap mata. Mereka selalu memenuhi perintah Allah, mereka disebut Az-Zabaniyah, yang berarti, para penjaga dan penjaga neraka.

Abdullah Nasis Ulwan dalam bukunya pendidikan anak dalam islam mengatakan bahwa surah ini adalah sebagai perintah untuk melakukan pendidikan anak dengan perhatian/pengawasan . Makna perhatian adalah mencurahkan segenap perhatian penuh dan mengikuti perkembangan aspek akidah dan moral anak, mengawasi dan memperhatikan kesiapan mental dan sosial.

C.    Lukman ( 31: 13 )

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖإِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾

Artinya :
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Kata ya’izhuhu terambil dari kata  wa’zb yaitu nasehat menyangkut berbagai kebajikan dengan cara yang menyentuh hati. Ada juga yang mengartikannya sebagai ucapan yang mengandung peringatan dan ancaman. Penyebutan kata ini sesudah kata “dia berkata” untuk memberi gambaran tentang bagaimana perkataan itu beliau sampaikan, yakni tidak membentak, tetapi penuh kasih sayang sebagaimana dipahami dari panggilan mesranya kepada anak. Kata ini juga mengisyaratkan bahwa nasihat itu dilakukan dari saat ke saat.

Kata “bunnayya” adalah patron yang menggambarkan kemungilan. Asalnya adalah “ibny” dari kata“ibn” yakni anak lelaki. Pemungilan tersebut mengisyaratkan kasih sayang. Dari sini kita dapat berkata bahwa ayat diatas memberi isyarat bahwa mendidik hendaknya didasari oleh rasa kasih sayang terhadap peserta didik.

Luqman memulai nasihatnya dengan menekankan perlunya menghindari syirik/ mempersekutukan Allah. Larangan ini sekaligus mengandung pengajaran tentang wudhu’ dan keesaan Tuhan. Bahwa redaksi pesannya berbentuk larangan, jangan mempersekutukan Allah untuk menekan perlunya meninggalkan sesuatu yang buruk sebelum melaksanakan yang baik.

D.    An- Nisa’ ( 4: 9 )

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿٩﴾

Artinya :
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Dari kata sadidan yang mengandung makna meruntuhkan sesuatu kemudian memperbaikinya, diperoleh pula petunjuk bahwa ucapan yang meruntuhkan, jika disampaikan harus pula dalam saat yang sama memperbaikinya, artinya kritik yang disampaikan hendaknya merupakan kritik yang membangun atau dalam arti informasi yang disampaikan harus mendidik.

E.     At- Thur ( 52: 21 )

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ ﴿٢١﴾

Artinya :
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka , dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Ayat diatas menurut Thabathaba’i merupakan salah satu penyampaian berita gembira tentang anugerah Allah kepada orang- orang beriman, bahwa anak cucu mereka akan mengikuti mereka masuk ke surga sehingga lebih sempurna lagi kegembiraan mereka. Atas dasar itu, maka tanwin pada kata bi iman (in) bukan menunjukan kebesaran dan kesempurnaan iman itu, tetapi kesederhanaannya - selama telah tercapai batas minimal - walau tidak mencapai peringkat iman orang tua mereka.

Referensi : 
http://denidavinc.blogspot.co.id/2012/09/ayat-ayat-pendidikan-anak.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More