Selamat datang dan semoga bermanfaat...!

Kamis, 28 April 2016

TNA: TEKNIK DAN ALAT ANALISIS PELATIHAN

TEKNIK DAN ALAT ANALISIS PELATIHAN
PENDAHULUAN
Analisis kebutuhan pelatihan perlu dilakukan sebelum memulai kegiatan. Dari hasilnya akan dihasilkan disain pelatihan yang sesuai dan tepat sasaran. Berdasarkan pengalaman, umumnya peserta pelatihan langsung diberikan materi tanpa terlebih dahulu melalui proses analisis kebutuhan pelatihan. Seorang pelatih profesional harus terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan pelatihan sebelum melaksanakan  suatu pelatihan. Pelatihan adalah kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pekerja dalam pekerjaan yang diserahkan kepada pelatih. Pelatihan  dilakukan secara sistematis menurut prosedur dan metode yang sesuai serta dijalankan secara sungguh-sungguh dan teratur.
Bagi seseorang yang baru bekerja, pelatihan diberikan untuk membantu pekerja tersebut dalam mendapatkan dan menguasai kecakapan dan keterampilan dalam bidang kerjanya. Sebagai contoh untuk mengoperasikan computer atau mesin bagi pekerja baru dia harus mengetahui tata cara mengoperasikannya tapi bagi pekerja lama dia akan perlu dilatih apabila bila ada perubahan tata kerja atau penggantian alat kerja. Meskipun pada umumnya pelatihan diberikan pada para pekerja operasional dan manual, namun tidak terbatas bagi mereka saja. Seorang pekerja pada bidang manajerial tidak jarang memerlukan juga pelatihan misalnya dibidang manajemen baru atau prosedur kerja baru sebagai akibat penggunaan teknologi kerja yang baru.
Dengan mendapatkan pelatihan yang sesuai para pekerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka yang diakibatkan  meningkatnya kepercayaan diri dan semangat kerja. Secara umum analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang ada di dalam instansi yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki agar kinerja pegawai dan produktivitas instansi menjadi meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data akurat tentang apakah ada kebutuhan untuk menyelenggarakan pelatihan.
Dalam pembahasan makalah ini, akan dibahas tentang teknik dan alat yang digunakan dalam melakukan analisis pelatihan. Untuk memberikan pemahaman awal bagi kita dalam memahami hubungan teknik analisi dengan alat bantu untuk memncapai tujuannya, berikut Gambar 1 (Rosset, 1987:24) menghadirkan hubungan dari teknik dan alat bantu dalam analisis pelatihan.

PEMBAHASAN
A.      Teknik Analisis Pelatihan
Pelatihan merupakan kegiatan belajar. Dalam pelatihan yang baik terjadai perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan dan keterampilan menjadi lebih baik yang diakibatkan oleh interaksi antara peserta  dengan kegiatan pelatihan tersebut. Dalam proses pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan baru, pandangan baru, perilaku baru, cara baru, kecakapan baru dan keterampilan baru tentunya. Pembelajaran melalui pelatihan tidak secara otomatis dilakukan, yang berarti bahwa pelaksanaan pelatihan membutuhkan kerjasama antara pelatih dan peserta pelatihan. Oleh karena itu peran antara pelatih dan peserta pelatihan perlu dioptimalkan.
Hardjana (2001:16) mengidentifikasikan beberapa tanggung jawab dan tugas seorang pelatih professional yang berkaitan dengan pelatihan, yaitu :
1.         Mengumpulkan dan mendiagnosis data tentang kebutuhan pelatihan, serta menganalisis dan menyimpulkan data tersebut untuk menentukan pelatihan yang diperlukan.
2.          Merancang dan mengembangkan program pelatihan yang sesuai.
3.         Menyusun rancangan penyampaian pelatihan yang meliputi metoe, strategi, dan tekniknya.
4.         Melaksankan pelatihan, baik sendiri ataupun dalam tim.
5.         Mengevaluasi pelatihan yang sudah dilaksanakan.
6.         Mengadministrasikan pelatihan yang sudah dilaksanakan, program, materi, sistem evaluasi, peserta, dan pembiayaannya.
7.         Menyusun rencana follow-up dan pelaksanaannya.
Melalui proses pelatihan diharapkan peserta dapat siap dan bersedia meninjau pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan, dan keterampilan mereka dan berusaha untuk mengubahnya, mengenal kekuatan-kekuatan yang mendukung terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan dan keterampilan mereka maupun kelemahannya, mampu merumuskan perubahan-perubahan yang mereka inginkan dalam pengetahuan, sikap, perilaku, kecakapan, dan keterampilan yang sudah diubah menjadi baru, baik selama pelatihan maupun dalan dunia nyata dalam hidup dan kerja mereka.
Ada 3 (tiga) teknik TNA yang akan dilakukan pada analisis kebutuhan pelatihan seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 yaitu:
1.         EDA = Extant Data Analysis / Analisis data ekstan,
Menurut Rosset, (1987:25) mengatakan bahwa Data yang masih ada (ekstan) adalah "subtansi/unsur" yang mana perusahaan mengumpulkan segala yang mewakili hasil kinerja karyawan. Data ekstan ini bisa jadi berupa angka penjualan, laporan kecelakaan, surat-surat manajemen, daftar hadir atau keluar dari wawancara, dan sebagainya. Kata kunci dari semua itu adalah bahwa kita mencari keseluruhan hasil perilaku karyawan, bukan hanya satu surat keluhan atau call-backs (Rosset, 1987:25).
Dengan kata lain, EDA merupakan teknik analisis yang mengarahkan langsung pada hasil. Data yang ada berupa laporan hasil dari kemampuan/kerja karyawan.  Hal ini merupakan gambaran aktivitas pekerja dilihat dari hasil kerja, dengan melihat apa yang dikerjakan atau merupakan penilaian terhadap kinerja sesuai dengan kenyataan yang ditunjukkan dari hasil kerja karyawan.
Rosset (1987) menjelaskan bahwa dalam EDA tidak melihat apa yang dilakukan karyawan; akan tetapi melihat efeknya dan kemudian menyimpulkan kembali dari hasil untuk menggambar performa yang sebenarnya. Kita mencari hasil dari tindakan karyawan dalam kesesuaian dari tujuan perusahaan atau agen, dengan ini kita dapat menyimpulkan banyak hal dari hasil tentang kinerja karyawan saat ini.
Berdasarkan hal tersebut, analisis data ekstan menggali dan menemukan hal yang ACTUALS, memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya yang terjadi di tempat kerja. ketika EDA menghadirkan sepenuhnya dari efektivitas karyawan, ia tidak memberitahu anda mengapa masalah ada atau tidak atau bagaimana karyawan merasakan hal itu.
Untuk memahami EDA, kita harus berpikir tentang perbedaan antara prilaku dan pencapaian, bentuk tindakannya dan hasil yang diperoleh dari tindakan tersebut. Kegunaan perbedaan ini telah dibahas oleh Thomas Gilbert (1978) dalam Kompetensi Manusia. Pertimbangkan bagaimana pramuniaga yang membuat banyak melakukan panggilan lewat telepon, tetapi menjual produk-produk sedikit. Atau mempertimbangkan instruktur yang terus berbicara dan berbicara, poin dan isyarat/contoh, namun ketika siswanya memulai pekerjaannya tidak benar-benar dapat melaksanakan prosedur yang diajar dalam kursus ini.
Pelatihan yang professional tidak keluar dan membuat kembali data yang masih ada. Sebaliknya, dia meminta akses kepada apa yang sudah ada, untuk catatan dan file yang berada dalam perusahaan atau agen.  Tujuan utama EDA ini adalah menguji hasil, mencari kebenaran melalui trend, menyesuaikan tujuan perusahaan, menghemat dana, dan memeriksa/membuktikan apa yang didengar selama TNA.
2.         NA = Needs Assessment/Analisis atau Penilaian Kebutuhan.
Penilaian kebutuhan (NA) merupakan kawasan spesifik dari teknik akhir yang memenuhi seluruh cakupan dari tujuan TNA. NA adalah cara kita untuk keluar dan mencari pendapat yang optimal, actuals, asumsi, penyebab dan solusi dari berbagai sumber. Data yang masih ada merupakan tentang kesimpulan yang didasarkan pada hasil. Penilaian Kebutuhan merupakan tentang pendapat. Tidak seperti data lama, yang dipersiapkan keberadaannya, penilaian kebutuhan berkaitan dengan mencari sumber-sumber informasi baru dan perspektif tentang mengapa penjualan mobil turun atau permintaan untuk pengiriman naik.
Selama kebutuhan pelatihan, tenaga professional mencari pendapat dari sumber-sumber yang relevan. Apa yang dimaksud dengan performa yang optimal atau keahlian? Bagaimana hal-hal tersebut sekarang? Apakah karyawan saat ini melakukan pekerjaannya? yang tidak bekerja? Apa perasaan yang mengelilingi bagian pekerjaan mereka atau teknologi baru? Apa menurut sumber-sumber yang menyebabkan masalah dan, kadang-kadang, bagaimana mereka berpikir hal itu sebaiknya dipecahkan?
Berpikir tentang masalah operator telepon pelatihan untuk berhubungan dengan pelanggan dalam konteks yang terkomputerisasi, baru. Untuk analisis data yang masih ada, pelatihan akan melihat hasil professional pada nomor, alam dan panjang kontak. Ia juga meminta untuk melihat surat keluhan atau pesan dari pelanggan. Penilaian Kebutuhan, pada sisi lain, mungkin melibatkan melakukan wawancara dengan pengawas, operator dan pelanggan. Survei cetak mungkin juga akan didistribusikan untuk mendapatkan kesamaan gambaran dari perasaan operator tentang system baru dan kemampuan mereka untuk menanganinya.
 3.         SMA = Subject Matter Analysis atau Analisis Materi Subjek
Selama analisis pokok persoalan, pelatih atau pengembang instruksional mencari sifat dan bentuk dari kerangka pengetahuan karyawan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara efektif. Hal itu adalah sebuah penyelidikan yang detail secara OPTIMALS, pada informasi yang disampaikan karyawan akan keahlian yang dimungkinkan untuk diperolehnya sebelum melakukan pekerjaan. Bisa jadi itu berupa informasi tentang sumber-sumber yang layak untuk merespon pertanyaan pelanggan atau aturan tentang mengakses sistem komputer. Atau bisa jadi cara-cara yang sesuai dengan perbedaan masalah yang dialami dalam diri mereka, atau informasi tentang kompatibilitas dari sebuah garis pada bagian komputer. Dalam pencarian pada skema mental atau koneksi yang mewakili apa yang efektif pelaku ketahui.
Analisis pokok persoalan ini dilakukan melalui interaksi dengan para ahli pokok persoalan dan dokumen untuk memperoleh informasi penting. Informasi ini kemudian bertindak sebagai dasar untuk program-program pelatihan dan pekerjaan.
Tantangan dalam analisis pokok persoalan adalah untuk mengungkapkan detil dari ketidak jelasan kerangka pengetahuan. Memikirkan tentang perbedaan antara keberhasilan penjualan dan keberhasilan pemasangan telepon, atau antara kecemerlangan diagnosis medis dan efektif menggambar darah. Penjualan dan mendiagnosis didasarkan pada fakta-fakta, konsep-konsep dan prinsip-prinsip, yang tak terlihat oleh mata telanjang, mengamati, dan disimpan sebagai skema dalam pikiran. Menyaksikan pramuniaga atau dokter yang tidak akan memberitahu anda apa yang mereka ketahui yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang efektif. Tentu saja ada yang mungkin dibayangkan di sini. Tetapi bukan rincian penting dan hubungan. Mereka harus dating dari wawancara optimal dengan ahli pokok persoalan dan rujukan  kepada literatur yang mengelilingi pekerjaan mereka.
Analisis tugas adalah sebuah teknik TNA yang diperoleh agar OPTIMALS dipasang untuk tugas-tugas yang terlihat. Mengandalkan terutama pada pemerhatian, selama model analisis tugas pemusik melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik sehingga keterangan lengkap dari keunggulan yang dapat direkam oleh professional pelatihan. Elemen-elemen ini terlihat, performa yang optimal kemudian melayani sebagai dasar untuk pelatihan.

B.       Alat Analisis Pelatihan
1.         Mewawancarai / Intervieuw
Merupakan salah satu alat atau instrument dalam pengumpulan data atau informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan system informasi. Interviews atau wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana. Interview dapat diartikan sebagai wawancara yang merupakan metode dalam pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antar penyelidik dengan subjek atau dapat disebut sebagai responden. Wawancara memungkinkan dalam pengumpulan data mendengar tujuan-tujuan, perasaan, pendapat, dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para pembuat keputusan organisasional. Dengan teknik pengumpulan informasi menggunakan wawancara untuk mengembangkan hubungan mereka dengan klien, mengobservasi tempat kerja serta untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan kelengkapan informasi. Wawancara secara langsung adalah yang paling efektif dilakukan selama wawancara untuk mengumpulkan data, kendatipun demikian beberapa situasi yang tidak memungkinkan pewawancara dan responden bertemu dapat dilakukan melalui telepon
Berkenaan dengan mewawancarai ini, Rosset (1987) mengemukakan bahwa Kita mewawancarai merupakan bagian dari kebutuhan pokok persoalan, dan analisis tugas. Selama wawancara, kita mengejar informasi yang berhubungan untuk semua tujuan TNA. Mungkin juga sebuah wawancara mungkin menyediakan akses ke data yang masih ada (EDA).
2.         Mengamati / Observasi
Observasi adalah sebagai salah satu alat analisis kebutuhan pelatihan memegang peranan penting dalam proses analisis. Alasan yang sangat mendasar sehingga observasi digunakan adalah untuk mendapatkan informasi keadaan yang aktual dan kondisi yang optimal dalam suatu pekerjaan. Keberhasilan dalam melakukan observasi sangat ditentukan oleh observer yaitu orang yang ditugaskan untuk melakukan dan melaporkan hasil pengamatan dengan baik, maka seorang observer perlu memiliki kemampuan-kemampuan pendukung dalam upaya penggalian informasi dalam analisis kebutuhan pelatihan. Melalui observasi, profesioanal pelatihan menggunakan pemikiran dan perasaan mereka untuk mengamati apa yang terjadi dalam lingkungan kerja ketika karyawan melakukan pekerjaannya. Panduan observasi adalah alat bantu kerja yang digunakan saat melakukan pengamatan di lapangan, menggali data yang sudah ada sebelum dan sesudah ke lapangan.
3.         Pengelompokkan / grup fasilitas
Salah satu cara hemat biaya untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi, dan dukungan garnering, adalah melalui penggunaan TNA kelompok. Penggunaan kelompok-kelompok untuk TNA didasarkan pada keyakinan dalam sinergi, bahwa produk dari interaksi banyak peserta melampaui jumlah tradisional dari bagian-bagian. Kelompok ini seringkali digunakan sebagai juri yang terdiri dari para ahli untuk memperoleh sebuah pendapat consensus pada optimal.
4.         Survei melalui Memanfaatkan Angket
Kuesioner atau survey ini adalah perangkat yang sangat baik untuk memperoleh informasi yang relevan dengan semua kemungkinan tujuan TNA. Dalam analisis kebutuhan pelatihan, berfungsi sebagai alat pengumpulan data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban. Angket dapat berupa daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis dana sebagai jalan komunikasi untuk memperoleh data dari sumber data (responden). Suatu survey dan angket yang disusun dan disebarkan untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Daftar pertanyaan dalam angket atau survey dipersiapkan untuk tujuan yang spesifik, menyalurkan sumber, biasanya nama responden tidak dikenal, hasil pengisian dikembalikan ke pengirim, dan untuk selanjutnya dianalisis untuk memperoleh informasi tertentu sesuai dengan tujuan penyusunan angket dan survey.

PENUTUP
Pelatihan merupakan kegiatan belajar, dalam pelatihan yang baik terjadi perubahan dalam hal pengetahuan, perilaku, sikap, kecakapan, dan keterampilan menjadi lebih baik yang diakibatkan oleh interaksi antara peserta dengan kegiatan pelatihan. Masalah umum yang dihadapi oleh para pelatih professional untuk menganalisis kebutuhan pelatihan adalah masalah kinerja  serta Sistem dan teknologi baru. Untuk mengetahui masalah tantangan yang dihadapi pelatih professional, seorang pelatih idealnya diperlengkapi dengan teknik-teknik dan alat-alat analisis kebutuhan pelatihan.
Teknik-teknik analisis kebutuhan pelatihan mencakup : (1) Analisis data ekstan, (2) Analisis kebutuhan dan (2) Analisis pokok masalah. Sedangkan alat analisis mencakup : (1) mewawancarai, (2) mengamati, (3) Memfasilitasi kelompok (4) survey dengan menggunakan angket.
DAFTAR PUSTAKA
Hardjana M.A. 2001. Training SDM yang Efektif. Yogyakarta: Kanisius
Rosett, Allison dan Joseph W. Arwady. 1989. Training Need Assesment. Educational Technology Publication New Jersey.


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More