Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)

Untuk membuat tulisan berjalan atau Marquee ini sebenarnya sangat mudah. Kali ini kita akan mencoba membuat beberapa jenis marquee, agar lebih banyak variasi yang bisa anda pilih.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat datang dan semoga bermanfaat...!

Jumat, 29 April 2016

KATA-KATA MUTIARA HASAN AL-BANNA




Jendela Hati – Kumpulan kata-kata nasihat dan hikmah dari Imam Hasan al-Banna rahimahullah, pendiri Ikhwanul Muslimin:

“Kitab yang terletak di perpustakaan sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah laksana ‘kitab terbuka’ yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah ‘dakwah yang bergerak”

“Dakwah kami lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi dan lebih benderang dari putihnya siang hari.”

“Iman takkan punya arti bila tidak disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat jika tidak disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyataan.”

“Tabir yang memisahkan antara kami dengan keberhasilan hanyalah keputusasaan, jika harapan tertanam kuat dalam diri maka dengan izin Allah kita akan mencapai banyak kebaikan.”

“Tiga modal utama untuk mencapai tujuan: manhaj yang benar, pendukung yang beriman, pemimpin yang kuat dan terpercaya.”

“Ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Rasul shallallahu’alayhi wasallam tentang pendidikan dan pembangunan umat menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, terus mengajak kita senantiasa memiliki harapan besar dan menunjukkan kepada kita jalan lurus menuju kebangkitan”

“Pejuang muslim adalah seorang guru, yang mestinya memiliki semua sifat yang ada pada seorang guru:cahaya, hidayah, rahmat, dan kelemahlembutan.“

“Kekuatan jiwa itu terekspresikan dalam tekad membaja yang tak pernah melemah, kesetiaan teguh yang tidak tersusupi pengkhianatan, pengorbanan yang tidak terbatasi oleh keserakahan dan kekikiran, pengetahuan dan keyakinan, serta penghormatan yang tinggi terhadap ideologi yang diperjuangkan”

“Sistem pendidikan harus dibangun diatas kerangka kuat yang memungkinkan generasi muda memiliki imunitas keislaman, kesempurnaan akhlak, pengetahuan memadai tentang ajaran agama mereka, dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya (peradaban Islam) yang agung.”

“Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”

“Jika generasi hari ini adalah kekuatan bagi anda maka generasi esok adalah tanaman.”
“Pemikiran akan mungkin berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalan-Nya, bersemangat dalam merealisasikannya, siap beramal dan berkorban demi menjelmakannya.”

“Kekuatan pertama sesungguhnya adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan produk dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang gemilang.”

“Masyarakat tidak akan menjadi baik, kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa, hingga merasa selalu di awasi oleh-Nya dan merasa terhormat dengan makrifat kepada-Nya.”

“Kalian adalah ruh baru yang mengalir di tubuh ummat, dan ia akan menghidupkan ummat ini dengan Al-Qur’an. Kalian adalah cahaya baru menyemburat yang menyingkap tabir kegelapan materialisme dan menggantikannya dengan makrifatullah (mengenal ALLAH). Kalian adalah suara yang menggema tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasullah shallallahu’alayhi wasallam.”

“Jika Allah memberi hidayah kepada suatu kaum, tentu dia mengilhamkan kaum itu untuk mewujudkannya”

“Kebahagiaan yang didambakan seluruh umat manusia sesungguhnya berpangkal dari dalam jiwa dan hati mereka. Maka penderitaan yang melingkupi dan menghantui mereka sebenarnya merupakan akibat dari musibah yang melanda hati dan jiwanya.”

“Tiada aturan dan ajaran yang dapat menjamin kebahagiaan jiwa manusia dan menunjukkan kepada mereka secara praktis jalan memeroleh kebahagiaan itu, selain ajaran islam yang suci karena sesuai fitrah manusia, jelas, dan aplikatif.”

“Barang siapa membunuh waktunya maka sama saja dengan membunuh dirinya sendiri karena waktu adalah kehidupan itu sendiri.”

“Jika jiwa manusia istiqomah dan jernih maka apa saja yang muncul darinya akan saleh dan indah.

“Keadilan itu sesungguhnya bukan terletak pada teks dan perundang-undangan, tetapi pada jiwa sang hakim.”

“Asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati, amal yang kontinu, berpaling dari ketergantungan kepada makluk, cinta karena Allah, dan keterikatan kepada kebaikan.“

“Ketokohan sesungguhnya akan diuji dengan kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan kontiinuitas amal.”

“Jangan sekali-kali melanggar aksioma alam, karena aksioma itulah yang menjadi pemenang. Namun pergunakan, manfaatkan, dan kendalikan arusnya. Jadikanlah sebagian darinya untuk mendayagunakan sebagian yang lain. Tunggulah saat kemenangan tiba maka sungguh ia tidaklah jauh darimu”

“Janganlah kalian sekali-kali menyia-nyiakan waktu meski sesaat tanpa diisi aktivitas.”

“Orang yang berbicara berbeda dengan orang yang bekerja. Orang bekerja berbeda dengan orang yang berjihad. Orang yang berjihad saja berbeda dengan orang yang berjihad secara produktif. Itulah aktifitas yang akan menghasilkan keuntungan besar dengan sedikit pengorbanan.”

“Barangsiapa rajin bekerja maka beruntunglah ia. Namun, barang siapa dengan kerjanya tidak memberi pengaruh maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya.”

“Peringkat utama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman, kemudian kekuatan kesatuan dan persaudaraan, lalu kekuatan fisik dan senjata. Sebuah jamaah tidak dapat dikatakan kuat sebelum memiliki cakupan dari seluruh kekuatan itu.”

“Jika ada seorang pemabaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi ahli ilmu dan penasihat, menetapkan keputusan hukum, menggelar kajian ushlul fiqih dan fiqih praktisnya, sementara ia membiarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhoi Allah. Dan mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya maka suara sang pembaharu itu laksana dilembah gersang.”

“Orang pintar adalah orang yang merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya, lalu menyiapkan bekal untuk menghadapinya.”

“Barangsiapa beranggapan bahwa agama khususnya Islam tidak memedulikan masalah politik tidak termasuk agenda perjuangannya maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya.“

“Anda tidak akan menemukan sebuah sistem nilai, baik klasik maupun mutakhir, yang bersumber dari agama atau pikiran manusia, yang lebih baik dari sistem Islam dalam mebahas sistem jihad, militer, dan mobilisasi massa, yakni menghimpunnya dalam suatu barisan demi mempertahankan kebenaran dengan segala kekuatannya”

“Perempuan adalah madrasah pertama yang membentuk dan memformat model generasi, maka bagaimana pola pengarahan yang diterima seorang anak itulah yang menentukan perjalanan bangsa dan ummat. Lebih dari itu, perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa”

“Apabila ada seseorang perempuan yang tampak dikurangi haknya dalam satu hal, maka Islam pasti menggantinya dengan yang lebih baik pada hal yang lain.”
“Seorang muslim tidak sempurna Islamnya, kecuali jika ia seorang politikus; mempunyai cara pandang yang jauh dan kepedulian yang besar terhadap umatnya.”

“Seorang akh belumlah dikatakan sebagai muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak islam pada dirinya, serta menjaga batas-batas perintah Allah dan Rasul-Nya.”

“Kehancuran dalam membela kebanaran berarti keabadian yang hakiki tidak ada dakwah tanpa jihad dan tidak ada jihad tanpa pengorbanan.”

“Generasi muda adalah rahasia kehidupan bangsa-bangsa dan sumber kebangkitannya. Sejarah bangsa tidak lain addalah sejarah para kader yang berjiwa besar dan berkemauan kuat.”

“Agama adalah seberkas cahaya Allah yang menembus jiwa, menerangi kegelapan dan mencerahkan cakrawalanya. Jika ia telah tertanam kuat di dalam jiwa maka semua bakal disiapkan untuk menjadi tebusannya.”

“Berapa banyak kaum muslim yang tidak mengenal dakwah, bahkan membenci para da’i dan memerangi islam dengan berbagai macam metode yang tak pernah terlintas di benak setan sekalipun.”

Sumber: blog fhyrtempola.blogspot, rujukan buku “Mutiara Kata Hasan al-Banna” Dr Mohd Puzhi bin Usop.

Kamis, 28 April 2016

PJJ: TIK DALAM PJJ




Teknologi Dan Infomasi Komputer dalam Pendidikan Jarak Jauh

Seiring perkembangan teknologi, bahan ajar yang ditulis tangan berganti dengan bahan ajar yang produksi oleh teknologi cetak. Dengan teknologi ini, tampilan dan kualitas isi dapat terjaga dan distandarisasi. Dari segi kuantitas, bahan ajar dapat diproduksi secara masal dengan waktu yang sangat cepat.
Pada abad 21, perkembangan teknologi sangat pesat dan menghasilkan jargon baru yang bersinergi dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang dikenal dengan information and communication Technology (ICT) yang diterjemahkan dengan Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK).
Pembahasan dalam artikel ini berkaitan dengan TIK dalam PJJ, kami kutip dari buku “Pendidikan Tinggi Jarak Jauh” karangan dari Asandhimitra (2004). Adapun sub pembahasannya adalah sebagai berikut:
1.         TIK dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh
Kerangka kerja strategi TIK atau kebijakan TIK pada saat ini merupakan dokumen standar bagi suatu institusi pendidikan di berbagai Negara maju sebagai cerminan sikap dalam mengambil posisi dalam peranan TIK. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Indonesia juga mempunyai dokumen yang sama dengan nama Strategi TIK Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi.
Ruang lingkup atau isi cakupan yang terdapat dalam dokumen kebijakan pemanfaatan TIK tersebut bervariasi, karena disesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi dan perkembangan TIK di Negara masing-masing. Misalnya, suatu institusi pendidik tertentu memulai memanfaatkan pendekatan TIK mulai dari (1) Unit Pelayanan Data dan Otomatisasi Perkantoran, (2) Sistem Informasi (Perpustakaan, Kemahasiswaan, Keuangan dan SDM), (3) Komunikasi Data dan Instruktur (Koneksi Inter dan Intra Kampus), sampai ke Kebijakan Manajemen TIK (Implementasi dan Keamanan Jaringan).
Aktivitas utama dalam PJJ seperti pengelolaan data registrasi, pengembangan dan bahan ajar, pemberian bantuan belajar atau tutorial, pengelolaan data pengujian, dan sebagainya tidak terlepas dari TIK dengan tingkat kedalaman peran dan kecanggihan yang beragam diantara institusi PJJ. Penggunaan komputer dengan berbagai aplikasi (missalnya untuk administrasi umum, persuratan, keuangan, dan kepegawaian) yang biasa digunakan oleh bisnis atau komersial juga telah digunakan oleh institusi PJJ sebelum dikenalnya istilah TIK pada dekade Sembilan puluhan.
Aplikasi-aplikasi yang banyak berkembang pada umumnya dapat dibagi pada dua kelompok besar, yakni aplikasi untuk kepentingan administrasi atau manajemen dan aplikasi untuk kepentingan akademis atau pembelajaran. Berikut pembahasan dalam pemanfaatan aplikasi TIK untuk melayani dua kepentingan tersebut.
a.    Aspek TIK dalam Manajemen PJJ
Manajemen institusi pada umumnya meliputi fungsi-funsi perencanaan, implementasi, dan kontrol; sedangkan manajemen di PJJ juga meliputi bidang-bidang administrasi umum, keuangan, kepegawaian, pengelolaan data registrasi, produksi dan pengiriman bahan ajar, pengelolaan tutorial, dan produksi pengiriman bahan ujian, serta pengelolaan hasil ujian.
Kombinasi komponen-kompenen manajemen dan PJJ tersebut menempatkan PJJ dalam peranan yang spesifik dan beragam. Misalnya, dalam perencanaan dan pengelolaan data regristrasi mahasiswa, TIK dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam memprediksi mahasiswa yang registrasi dan jumlah formulir yang disediakan. Sedangkan bentuk yang kompleks data registrasi dapat digunakan untuk memprediksi bahan ajar yang perlu disediakan, jumlah tutor yang mungkin dapat disediakan, jumlah naskah dan jumlah ruang ujian yang harus disediakan, dan memprediksi penerimaan institusi.
Dalam bidang pengujian, peran TIK yang paling menonjol adalah hal pengelolaan data ujian. Pengelolaan PJJ ini mirip dengan pengelolaan dunia industri karena ada elemen yang bersifat masal. Jumlah lembar jawaban ujian adalah salah satu contoh untuk menggambarkan hal tersebut. Peran TIK sangat signifikan untuk mempercepat proses penilaian hasil ujian sehingga hasilnya segera dapat diperoleh oleh mahasiswa.
Disisi lain, peran TIK dibidang pengujian adalah dalam hal manajemen pengembangan dan penyimpanan soal melalui system bank soal. sistem ini memungkinkan institusi pendidikan untuk menyediakan soal-soal yang berkualitas dan terjamin kerahasiaan atau keamanannya. Perbaikan berkelanjutan melalui proses ini dapat dilakukan karena validitas dan reabilitas setiap soal yang diujikan dapat dianalisis sehingga soal tersebut dapat dikalibrasi ulang sampai ulang sampai mencapai standar kualitas yang diinginkan. Kerahasiaan dapat sangat terjamin kerena otoritas perubahan isi soal hanya diberikan ke pengembang soal tertentu yang diberi kewenangan untuk melakukan hal tersebut.
b.   Aspek TIK dalam Kegiatan Belajar PJJ
Dalam proses PJJ, salah satu karakter yang menonjol yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik PJJ adalah sifat mandiri terutama dalam proses belajar. Terpisahnya peserta didik dan pengajar secara geografis membuat mereka suka atau tidak suka harus mengandalkan bahan ajar yang ada di tangannya. Meskipun hampir semua institusi PJJ menerapkan layanan tutorial tatap muka, namun belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena adanya kendala teknis seperti jarak yang jauh dari tempat tinggal peserta didik.
Hal seperti ini sudah diantisipasi oleh penyelenggara PJJ dengan menekankan pentingnya peranan media. Schramm (1981) mengatakan bahwa PJJ adalah pengajaran yang menggunakan media komunikasi untuk memperluas kesempatan belajar di luar ruang kelas dan kampus, sehingga dimungkinkan terjadinya kontribusi keahlian mengajar secaa lebih luas dibandingkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah manapun.
Peranan TIK dalam kegiatan belajar PJJ yang menonjol pada awalnya sebagai tool untuk mengemas dan menyajikan media/bahan ajar yang dikenal dengan modul. Suatu aplikasi desktop-publishing akan menghasilkan suatu modul yang bagus di tangan seorang disainer intruksional yang baik. Peranan TIK kemudian meluas, dimana TIK tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mengemas dan menyajikan bahan ajar tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan bahan ajar atau dengan kata lain sebagai media yang menjebatani proses pembelajaran. Hal ini dapat dicerminkan dalam bentuk-bentuk pembelajaran melalui tutorial radio, televise, telepon, internet, dan sebagainya.
Khusus mengenai TIK dalam arti teknologi internet, perannya dalam berbagai bidang termasuk dalam PJJ, sangat besar. Internet praktis mampu mengatasi berbagai kendala atau memperkaya proses belajar peserta didik PJJ yang termuat dalam enam karakteristik PJJ yang dikemukakan oleh keegan (1980). Keenam karakter tersebut adalah,
1)   Adanya keterpisahan guru dengan siswa selama proses belajar
2)   Adanya pengaruh dari institusi penyelenggara sehingga membedakannya dengan belajar sendiri di rumah
3)   Adanya pemanfaatan media yang beragam baik elektronik maupun non elektronik
4)   Tersedianya komunikasi dua arah
5)   Adanya pertemuan yang tidak terlalu sering
6)   Adanya proses pengelolaan yang mirip dengan  manajemen di dunia industri.
2.        TIK dan Institusi PJJ dalam Praktek: Universitas Terbuka
Dalam era internet dan perkembangan TIK yang sangat cepat seperti saat ini, wacana instruktur komunikasi, hardware, software, SDM, budaya kerja TIK dan sebagainya sebaiknya menjadi suatu masalah bersama yang bisa dikaji oleh  anta instasi PJJ.  Perbedaan pengalaman pemanfaatan TIK suatu instansi PJJ yang satu dengan yang lain menarik untuk dipelajari karena peluang untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh akan terbuka. Tulisan berikut adalah ilustrasi pemanfaatan TIK di institusi penyelenggaara PJJ di Indonesia atau lebih dikenal dengan Universitas Terbuka (UT).
Sepintas TIK di UT
Perkembangan pemanfaatan TIK di UT semakain meningkat dari tahun ke tahun, baik ragam maupun kualitasnya. Ragam yang dimaksud adalah spesifikasi perangkat keras, perangkat lunak, dan jenis-jenis aplikasi lain yang dibutuhkan oleh UT. Secara perlahan namun pasti UT mengadopsi perkembangan teknologi tersebut, dan secara bertahap dan hati-hati memanfaatkannya. Hal ini dilakukan karena UT menyadari bahwa investasi di sector TIK pada dasarnya tidak murah dan cukup beresiko jika dikaitkan dengan siklus perkembangan TIK itu sendiri.
Ketika teknologi internet, UT mengintroduksilan teknologi tersebut pada civitas akademika UT yang dimulai di lingkungan para staf UT. Beberapa hal yang dapat dicatat sehubungan perkembangan penggunaan internet di UT, digambarkan secara kronologis seperti tertera dalam Tabel 1.
Tabel 1
Perkembangan pemanfaatan Internet di UT dari Tahun ke Tahun
Mulai Tahun 1994 – 2004
Tahun

Aktivitas
1994
○
Introduksi Kode Akses Internet Pribadi (personal account) bagi karyawan UT
1995
○
○
Introduksi Kode Akses Internet via  Institusi (corporate account) bagi karyawan UT
Kelas C: ut.ac.id tersedia pada jam kerja saja
E-mail
1996
○
Uji coba │tutorial internet terbatas

○
Situs Web UT
1997
○
Sambungan 24 jam ke internet

○
Lanjutan pengembangan situs web dan tutorial
1998
○
Sambungan ke internet dengan 2 jalur telepon dengan kapasitas 2 x 32 Kbps
1999
○
Uji coaba II Tutorial Elektronik dalam skala besar

○
Pengembangan suplemen bahan ajar berbasis web

○
Akses jurnal elektronik

○
Introduksi pemanfaatan Fax-internet
2000
○
Penambahan jumlah matakuliah untuk tutorial elektronik

○
Penambahan jumlah suplemen bahan ajar berbasis web

○
Penempatan naskah tugas mandiri di situs web UT

○
Ujicoba perkuliahan online
2001
○
Peningkatan bandwith LAN-UT ke internet
Pendekatan Tambal Sulam
Walaupun pemanfaatan TIK UT mengalami peningkatan tiap tahunnya, namun UT pada dasarnya belum memiliki rencana induk pemanfaatan TIK. UT masih bersifat reaktif terhadap kebutuhan TIK baik dalam arti perbaikan dengan pendekatan tambal sulam, maupun dengan menguji coba teknologi baru sebagai reaksi terhadap pertumbuhan atau perkembangan TIK di luar.
Dalam dunia bisnis, fenomena tambal sulam tersebut tampaknya merupakan hal yang wajar dan hal ini diakui oleh para pakar TIK karena perusahaan mengalami evolusi. Namun hal ini tampaknya juga berlaku di dunia pendidikan. Menurut Indarjit (2000) beberapa sebab timbulnya pendekatan tambal sulam, antara lain adanya berbagai perubahan dalam struktur organisasi, proses, standar, atau prosedur dalam suatu institusi. Disamping itu, ada beberapa factor eksternal diluar perusahaan seperti perubahan-perubahan kebijakan atau factor internal seperti perubahan peraturan dalam perusahaan.
Dampak yang sangat negatif atau bahaya dari pendekatan tambal sulam ini adalah terjadinya penuurunan kepercayaan terhadap system informasi. Hal semacam ini, walau tidak sampai ketingkat ekstrim, pernah dialami UT yaitu ketika pihak manajemen memerlukan informasi mengenai mahasiswa tidak aktif  yang mempunyai peluang untuk diaktifkan kembali melalui intervensi berupa perlakuan khusus dari institusi. Keputusan yang keliru pada waktu itu kemungkinan besar akan terjadi jika tidak dilakukan pengecekan ulang secara manual yaitu koreksi terhadaap system informasi yang ada di UT. Dalam perspektif manajemen, hal ini tentu saja merupakan preseden yang kurang baik.
Kebutuhan Terhadap Rencana Induk TIK
Secara ideal, pengembangan renca induk TIK suatu institusi merupakan bagian yang tidak terlepas dengan rencana induk pengembangan institusi itu sendiri. Dengan demikian, TIK dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengakselerasi dan mengoptimalkan seluruh aktivitas operasional institusi yang bersangkutan untuk mencapai visi daqn misinya.
Dengan memandang UT sebagai institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh, aktivitas operasional UT secara keseluruhan menurut Setjadi (2001) dapat digambarkan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1
Aktivitas Operasional UT
Jika dipandang dari perspektif pemanfaatan TIK, keseluruhan proses aktivitas operasional pada Gambar 1 tersebut dapat dikategorisasikan yang secara garis besar dapat dipetakan seperti Gambar 2.


Gambar 2
Pemanfaatan TIK dalam Konteks UT
Seperti pada Gambar 2. TIK sebagai alat praktis dapat masuk di seluruh sector aktivitas operasional UT sebagai suatu .institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh. Jika komponen pada gambar 2 tersebut diuraikan maka akan muncul puluhan aplikasi TIK yang dapat dimanfaatkan oleh setiap sektor dalam masing-masing kelompok aktivitas seperti registrasi, bantuan belajar, bahan ajar dan ujian. Suatu rencana induk atau blue print pemanfaatan TIK dalam suatu institusi, harus sejalan dengan komponen yang ada pada institusi tersebut. Dalam kasus UT, rencana induk sebagai acuan untuk pemanfaatan TIK-UT secara terintegrasi mutak diperlukan karena aktivitas operasional UT sangat kompleks.
 
Gambar 3
Keterkaitan Antarkelompok Database
Keterkaitan antara satu kelompok pangkalan data dengan pangkalan data yang lain (Gambar 3) perlu dipetakan secara cermat agar proses pengolahan data dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan output atau informasi seperti yang diharapkan. Informasi yang diharapkan oleh manajemen secara praktis dapat dirumuskan sebagai informasi yang memenuhi criteria akurat, cepat dan murah. Dua criteria pertama, akurat dan cepat hanya dapat dihasilkan oleh sistem informasi yang baik yang dibangun dengan perencanaan yang matang.
Pemanfaatan TIK Sekarang dan yang akan datang
Pemanfaatan TIK di UT sampai saat ini dapat dikatakan cukup intens karena TIK merupakan bagian integral yang mempunyai peran penting dalam manajemen UT sehari-hari. Pada tahun 2003, beberapa dari aplikasi yang berkembang disempurnakan secara bertahap dan diitegrasikan dalam suatu sistem pangkalan data. Dalam sistem pangkalan data ini, terkoneksi delapan subsistem pangkalan data yang masing-masing adalah: Student Record System (SRS), Bahan Ajar, Ketatalaksanaan, Kepegawaian, Perptakaan, Aset dan Manajemen, Penelitian dan Abdimas, dan Distribusi bahan ajar.
Anggoro (2001) dalam Escalating TIK Utilization at Universitas Terbuka mengidentifikasi beberapa komponen TIK yang sudah ada pada waktu itu dan komponen TIK lain yang kemudian perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh UT dalam konteks penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Hasil identifikasi tersebut adalah seperti yang terdapat pada Tabel 2.
Tabel 2
Komponen TIK UT sebagai Institusi Penyelenggara
Pendidikan Tinggi Jarak Jauh
TAHUN 2001 (SEKARANG)
KEMUDIAN
Registrasi

Prosedur : Formulir isian atau formulir yang dapat di-skan (scanable form)
Formulir isian dan registrasi online
Katalog : Bahan Cetak
Bahan cetak dan online catalog
Pembayaran SPP : Formulir pembayaran via POS Indonesia
Kantor Pos dan pembayaran online


Bahan Ajar

Bahan ajar utama : Cetak
Cetak, Online, Multimedia
Bahan ajar suplemen : Audio, Video dan, berbasis internet
Dipertahankan tapi kualitas ditingkatkan
Pencetakan : Kantor Utama UT
Cetak jarak jauh di UPBJJ
Pesiapan : Kertas dan digital
Dipertahankan tapi didukung dengan sitem pangkalan data yang memadai
Distribusi : Jasa Kantor Pos
Pembelian Online
Komunikasi dengan pengembang bahan ajar : Pertemuan dan korespondensi
Komunikasi berbasis internet seperti Surat-E (E-mail) dan FTP


Bantuan Belajar

Belajar Mandiri :UT tidak mempunyai kontrol
Dipertahankan namun perlu ada itenrvensi dari UT dalam bentuk : Petunjuk Belajar Mandiri Online dan Konseling lewat Surat-E
Kelompok Belajar Mahasiswa : Inisiatif mahasiswa, UT mempunyai control terbattas
Dipertahankan. UT Pusat perlu mempunyai sitem pangkalan kelompok belajar mahasiswa
Tutorial : Tatap muka, tertulis, radio, televise dan internet
Dipertahankan tapi didukung dengan ketersediaan sistem pangkalan tutorial yang terintegrasi
Perpustakaan : Buku hanya dipinjamkan untuk staf, tidak dipinjamkan untuk mahasiswa
Digital Library dengan memberikan pelayanan pada mahasiswa, public, dan staf UT


Ujian

Pengembangan Soal : Kertas
Fasilitas online untuk pengembangan soal
Penyimpanan : Kertas dan digital
Digital, bank soal dengan system keamanan yang tinggi
Distribusi : Kantor Pos dan alat transportasi UT
Cetak jarak jauh di UPBJJ UT
Penyelenggaraan : Lokal dengan menggunakan lembar jawaban formulir yang bisa di-skan
Dipertahankan dan disediakan fasilitas Ujian Online


Administrasi Umum dan Akademik

Pangkalan data mahasiswa : SRS
Dipertahankan dandisempurnakan
Keuangan : Manual dan computer dengan aplikasi sederhana
Sistem akuntansi yang handal dan aman
Kepegawaian : Manual dan computer dengan aplikasi sederhana
Pangkalan data Sumber Daya Manusia UT
Pengadaan Sarana : Manual dan computer dengan aplikasi sederhana
Sistem Pengadaan Sarana
Saat tulisan ini dibuat (Asandhimitra), beberapa aplikasi telah dikembangkan seperti Katalog online, paket bahan ajar multimedia, pangkalan data pengarsipan bahan ajar,strategi belajar mandiri online, perpustakaan dengan catalog berbasi web yang dilengkapi dengan fasilitas penelusuran koleksi, pengembangan aplikasi bank soal ujian, kepegawaian, dan pengadaan sarana atau manajemen asset.
REFERENSI

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More