Jendela
Hati – Kumpulan kata-kata nasihat dan
hikmah dari Imam Hasan al-Banna rahimahullah, pendiri Ikhwanul Muslimin:
“Kitab yang terletak di perpustakaan
sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah laksana ‘kitab
terbuka’ yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah ‘dakwah
yang bergerak”
“Dakwah kami lebih terang dari sinar
mentari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi dan lebih benderang dari putihnya
siang hari.”
“Iman takkan punya arti bila tidak
disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat jika tidak disertai amal. Akidah
takkan memberi manfaat bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan
berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyataan.”
“Tabir yang memisahkan antara kami
dengan keberhasilan hanyalah keputusasaan, jika harapan tertanam kuat dalam
diri maka dengan izin Allah kita akan mencapai banyak kebaikan.”
“Tiga modal utama untuk mencapai
tujuan: manhaj yang benar, pendukung yang beriman, pemimpin yang kuat dan
terpercaya.”
“Ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits
Rasul shallallahu’alayhi wasallam tentang pendidikan dan pembangunan umat
menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat
terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, terus mengajak kita senantiasa
memiliki harapan besar dan menunjukkan kepada kita jalan lurus menuju
kebangkitan”
“Pejuang muslim adalah seorang guru,
yang mestinya memiliki semua sifat yang ada pada seorang guru:cahaya, hidayah,
rahmat, dan kelemahlembutan.“
“Kekuatan jiwa itu terekspresikan
dalam tekad membaja yang tak pernah melemah, kesetiaan teguh yang tidak
tersusupi pengkhianatan, pengorbanan yang tidak terbatasi oleh keserakahan dan
kekikiran, pengetahuan dan keyakinan, serta penghormatan yang tinggi terhadap
ideologi yang diperjuangkan”
“Sistem pendidikan harus dibangun
diatas kerangka kuat yang memungkinkan generasi muda memiliki imunitas
keislaman, kesempurnaan akhlak, pengetahuan memadai tentang ajaran agama
mereka, dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya (peradaban Islam) yang
agung.”
“Kenyataan hari ini adalah mimpi
kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”
“Jika generasi hari ini adalah
kekuatan bagi anda maka generasi esok adalah tanaman.”
“Pemikiran akan mungkin berhasil
diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di
jalan-Nya, bersemangat dalam merealisasikannya, siap beramal dan berkorban demi
menjelmakannya.”
“Kekuatan pertama sesungguhnya adalah
iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan produk dari kesatuan adalah
kemenangan yang gilang gemilang.”
“Masyarakat tidak akan menjadi baik,
kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa, hingga merasa
selalu di awasi oleh-Nya dan merasa terhormat dengan makrifat kepada-Nya.”
“Kalian adalah ruh baru yang mengalir
di tubuh ummat, dan ia akan menghidupkan ummat ini dengan Al-Qur’an. Kalian
adalah cahaya baru menyemburat yang menyingkap tabir kegelapan materialisme dan
menggantikannya dengan makrifatullah (mengenal ALLAH). Kalian adalah suara yang
menggema tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasullah
shallallahu’alayhi wasallam.”
“Jika Allah memberi hidayah kepada
suatu kaum, tentu dia mengilhamkan kaum itu untuk mewujudkannya”
“Kebahagiaan yang didambakan seluruh
umat manusia sesungguhnya berpangkal dari dalam jiwa dan hati mereka. Maka
penderitaan yang melingkupi dan menghantui mereka sebenarnya merupakan akibat
dari musibah yang melanda hati dan jiwanya.”
“Tiada aturan dan ajaran yang dapat
menjamin kebahagiaan jiwa manusia dan menunjukkan kepada mereka secara praktis
jalan memeroleh kebahagiaan itu, selain ajaran islam yang suci karena sesuai
fitrah manusia, jelas, dan aplikatif.”
“Barang siapa membunuh waktunya maka sama
saja dengan membunuh dirinya sendiri karena waktu adalah kehidupan itu
sendiri.”
“Jika jiwa manusia istiqomah dan
jernih maka apa saja yang muncul darinya akan saleh dan indah.
“Keadilan itu sesungguhnya bukan
terletak pada teks dan perundang-undangan, tetapi pada jiwa sang hakim.”
“Asas kebaikan adalah kesucian
jiwa, kejernihan hati, amal yang kontinu, berpaling dari ketergantungan kepada
makluk, cinta karena Allah, dan keterikatan kepada kebaikan.“
“Ketokohan sesungguhnya akan diuji
dengan kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan kontiinuitas amal.”
“Jangan sekali-kali melanggar aksioma
alam, karena aksioma itulah yang menjadi pemenang. Namun pergunakan,
manfaatkan, dan kendalikan arusnya. Jadikanlah sebagian darinya untuk
mendayagunakan sebagian yang lain. Tunggulah saat kemenangan tiba maka sungguh
ia tidaklah jauh darimu”
“Janganlah kalian sekali-kali
menyia-nyiakan waktu meski sesaat tanpa diisi aktivitas.”
“Orang yang berbicara berbeda dengan
orang yang bekerja. Orang bekerja berbeda dengan orang yang berjihad. Orang
yang berjihad saja berbeda dengan orang yang berjihad secara produktif. Itulah
aktifitas yang akan menghasilkan keuntungan besar dengan sedikit pengorbanan.”
“Barangsiapa rajin bekerja maka
beruntunglah ia. Namun, barang siapa dengan kerjanya tidak memberi pengaruh
maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya.”
“Peringkat utama kekuatan adalah
kekuatan akidah dan iman, kemudian kekuatan kesatuan dan persaudaraan, lalu
kekuatan fisik dan senjata. Sebuah jamaah tidak dapat dikatakan kuat sebelum
memiliki cakupan dari seluruh kekuatan itu.”
“Jika ada seorang pemabaharu muslim
yang sudah merasa puas hanya menjadi ahli ilmu dan penasihat, menetapkan
keputusan hukum, menggelar kajian ushlul fiqih dan fiqih praktisnya, sementara
ia membiarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhoi Allah. Dan
mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya maka suara sang
pembaharu itu laksana dilembah gersang.”
“Orang pintar adalah orang yang
merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya, lalu menyiapkan bekal untuk
menghadapinya.”
“Barangsiapa beranggapan bahwa agama
khususnya Islam tidak memedulikan masalah politik tidak termasuk agenda
perjuangannya maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya.“
“Anda tidak akan menemukan sebuah
sistem nilai, baik klasik maupun mutakhir, yang bersumber dari agama atau
pikiran manusia, yang lebih baik dari sistem Islam dalam mebahas sistem jihad,
militer, dan mobilisasi massa, yakni menghimpunnya dalam suatu barisan demi
mempertahankan kebenaran dengan segala kekuatannya”
“Perempuan adalah madrasah pertama
yang membentuk dan memformat model generasi, maka bagaimana pola pengarahan
yang diterima seorang anak itulah yang menentukan perjalanan bangsa dan ummat.
Lebih dari itu, perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam
kehidupan pemuda dan bangsa”
“Apabila ada seseorang perempuan yang
tampak dikurangi haknya dalam satu hal, maka Islam pasti menggantinya dengan
yang lebih baik pada hal yang lain.”
“Seorang muslim tidak sempurna
Islamnya, kecuali jika ia seorang politikus; mempunyai cara pandang yang jauh
dan kepedulian yang besar terhadap umatnya.”
“Seorang akh belumlah dikatakan
sebagai muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak islam pada
dirinya, serta menjaga batas-batas perintah Allah dan Rasul-Nya.”
“Kehancuran dalam membela kebanaran
berarti keabadian yang hakiki tidak ada dakwah tanpa jihad dan tidak ada jihad
tanpa pengorbanan.”
“Generasi muda adalah rahasia
kehidupan bangsa-bangsa dan sumber kebangkitannya. Sejarah bangsa tidak lain
addalah sejarah para kader yang berjiwa besar dan berkemauan kuat.”
“Agama adalah seberkas cahaya Allah
yang menembus jiwa, menerangi kegelapan dan mencerahkan cakrawalanya. Jika ia
telah tertanam kuat di dalam jiwa maka semua bakal disiapkan untuk menjadi
tebusannya.”
“Berapa banyak kaum muslim yang tidak
mengenal dakwah, bahkan membenci para da’i dan memerangi islam dengan berbagai
macam metode yang tak pernah terlintas di benak setan sekalipun.”
Sumber: blog fhyrtempola.blogspot, rujukan buku
“Mutiara Kata Hasan al-Banna” Dr Mohd Puzhi bin Usop.











