Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)

Untuk membuat tulisan berjalan atau Marquee ini sebenarnya sangat mudah. Kali ini kita akan mencoba membuat beberapa jenis marquee, agar lebih banyak variasi yang bisa anda pilih.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat datang dan semoga bermanfaat...!
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2016

KATA-KATA MUTIARA HASAN AL-BANNA




Jendela Hati – Kumpulan kata-kata nasihat dan hikmah dari Imam Hasan al-Banna rahimahullah, pendiri Ikhwanul Muslimin:

“Kitab yang terletak di perpustakaan sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah laksana ‘kitab terbuka’ yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah ‘dakwah yang bergerak”

“Dakwah kami lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi dan lebih benderang dari putihnya siang hari.”

“Iman takkan punya arti bila tidak disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat jika tidak disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyataan.”

“Tabir yang memisahkan antara kami dengan keberhasilan hanyalah keputusasaan, jika harapan tertanam kuat dalam diri maka dengan izin Allah kita akan mencapai banyak kebaikan.”

“Tiga modal utama untuk mencapai tujuan: manhaj yang benar, pendukung yang beriman, pemimpin yang kuat dan terpercaya.”

“Ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Rasul shallallahu’alayhi wasallam tentang pendidikan dan pembangunan umat menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, terus mengajak kita senantiasa memiliki harapan besar dan menunjukkan kepada kita jalan lurus menuju kebangkitan”

“Pejuang muslim adalah seorang guru, yang mestinya memiliki semua sifat yang ada pada seorang guru:cahaya, hidayah, rahmat, dan kelemahlembutan.“

“Kekuatan jiwa itu terekspresikan dalam tekad membaja yang tak pernah melemah, kesetiaan teguh yang tidak tersusupi pengkhianatan, pengorbanan yang tidak terbatasi oleh keserakahan dan kekikiran, pengetahuan dan keyakinan, serta penghormatan yang tinggi terhadap ideologi yang diperjuangkan”

“Sistem pendidikan harus dibangun diatas kerangka kuat yang memungkinkan generasi muda memiliki imunitas keislaman, kesempurnaan akhlak, pengetahuan memadai tentang ajaran agama mereka, dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya (peradaban Islam) yang agung.”

“Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”

“Jika generasi hari ini adalah kekuatan bagi anda maka generasi esok adalah tanaman.”
“Pemikiran akan mungkin berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalan-Nya, bersemangat dalam merealisasikannya, siap beramal dan berkorban demi menjelmakannya.”

“Kekuatan pertama sesungguhnya adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan produk dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang gemilang.”

“Masyarakat tidak akan menjadi baik, kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa, hingga merasa selalu di awasi oleh-Nya dan merasa terhormat dengan makrifat kepada-Nya.”

“Kalian adalah ruh baru yang mengalir di tubuh ummat, dan ia akan menghidupkan ummat ini dengan Al-Qur’an. Kalian adalah cahaya baru menyemburat yang menyingkap tabir kegelapan materialisme dan menggantikannya dengan makrifatullah (mengenal ALLAH). Kalian adalah suara yang menggema tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasullah shallallahu’alayhi wasallam.”

“Jika Allah memberi hidayah kepada suatu kaum, tentu dia mengilhamkan kaum itu untuk mewujudkannya”

“Kebahagiaan yang didambakan seluruh umat manusia sesungguhnya berpangkal dari dalam jiwa dan hati mereka. Maka penderitaan yang melingkupi dan menghantui mereka sebenarnya merupakan akibat dari musibah yang melanda hati dan jiwanya.”

“Tiada aturan dan ajaran yang dapat menjamin kebahagiaan jiwa manusia dan menunjukkan kepada mereka secara praktis jalan memeroleh kebahagiaan itu, selain ajaran islam yang suci karena sesuai fitrah manusia, jelas, dan aplikatif.”

“Barang siapa membunuh waktunya maka sama saja dengan membunuh dirinya sendiri karena waktu adalah kehidupan itu sendiri.”

“Jika jiwa manusia istiqomah dan jernih maka apa saja yang muncul darinya akan saleh dan indah.

“Keadilan itu sesungguhnya bukan terletak pada teks dan perundang-undangan, tetapi pada jiwa sang hakim.”

“Asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati, amal yang kontinu, berpaling dari ketergantungan kepada makluk, cinta karena Allah, dan keterikatan kepada kebaikan.“

“Ketokohan sesungguhnya akan diuji dengan kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan kontiinuitas amal.”

“Jangan sekali-kali melanggar aksioma alam, karena aksioma itulah yang menjadi pemenang. Namun pergunakan, manfaatkan, dan kendalikan arusnya. Jadikanlah sebagian darinya untuk mendayagunakan sebagian yang lain. Tunggulah saat kemenangan tiba maka sungguh ia tidaklah jauh darimu”

“Janganlah kalian sekali-kali menyia-nyiakan waktu meski sesaat tanpa diisi aktivitas.”

“Orang yang berbicara berbeda dengan orang yang bekerja. Orang bekerja berbeda dengan orang yang berjihad. Orang yang berjihad saja berbeda dengan orang yang berjihad secara produktif. Itulah aktifitas yang akan menghasilkan keuntungan besar dengan sedikit pengorbanan.”

“Barangsiapa rajin bekerja maka beruntunglah ia. Namun, barang siapa dengan kerjanya tidak memberi pengaruh maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya.”

“Peringkat utama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman, kemudian kekuatan kesatuan dan persaudaraan, lalu kekuatan fisik dan senjata. Sebuah jamaah tidak dapat dikatakan kuat sebelum memiliki cakupan dari seluruh kekuatan itu.”

“Jika ada seorang pemabaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi ahli ilmu dan penasihat, menetapkan keputusan hukum, menggelar kajian ushlul fiqih dan fiqih praktisnya, sementara ia membiarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhoi Allah. Dan mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya maka suara sang pembaharu itu laksana dilembah gersang.”

“Orang pintar adalah orang yang merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya, lalu menyiapkan bekal untuk menghadapinya.”

“Barangsiapa beranggapan bahwa agama khususnya Islam tidak memedulikan masalah politik tidak termasuk agenda perjuangannya maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya.“

“Anda tidak akan menemukan sebuah sistem nilai, baik klasik maupun mutakhir, yang bersumber dari agama atau pikiran manusia, yang lebih baik dari sistem Islam dalam mebahas sistem jihad, militer, dan mobilisasi massa, yakni menghimpunnya dalam suatu barisan demi mempertahankan kebenaran dengan segala kekuatannya”

“Perempuan adalah madrasah pertama yang membentuk dan memformat model generasi, maka bagaimana pola pengarahan yang diterima seorang anak itulah yang menentukan perjalanan bangsa dan ummat. Lebih dari itu, perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa”

“Apabila ada seseorang perempuan yang tampak dikurangi haknya dalam satu hal, maka Islam pasti menggantinya dengan yang lebih baik pada hal yang lain.”
“Seorang muslim tidak sempurna Islamnya, kecuali jika ia seorang politikus; mempunyai cara pandang yang jauh dan kepedulian yang besar terhadap umatnya.”

“Seorang akh belumlah dikatakan sebagai muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak islam pada dirinya, serta menjaga batas-batas perintah Allah dan Rasul-Nya.”

“Kehancuran dalam membela kebanaran berarti keabadian yang hakiki tidak ada dakwah tanpa jihad dan tidak ada jihad tanpa pengorbanan.”

“Generasi muda adalah rahasia kehidupan bangsa-bangsa dan sumber kebangkitannya. Sejarah bangsa tidak lain addalah sejarah para kader yang berjiwa besar dan berkemauan kuat.”

“Agama adalah seberkas cahaya Allah yang menembus jiwa, menerangi kegelapan dan mencerahkan cakrawalanya. Jika ia telah tertanam kuat di dalam jiwa maka semua bakal disiapkan untuk menjadi tebusannya.”

“Berapa banyak kaum muslim yang tidak mengenal dakwah, bahkan membenci para da’i dan memerangi islam dengan berbagai macam metode yang tak pernah terlintas di benak setan sekalipun.”

Sumber: blog fhyrtempola.blogspot, rujukan buku “Mutiara Kata Hasan al-Banna” Dr Mohd Puzhi bin Usop.

Rabu, 27 April 2016

TENTANG CARA MENDIDIK ANAK




Cara Yang Baik Untuk Mendidik Anak - Ketika orang tua mulai menyadari akan rendahnya akhlak si anak, maka muncul beberapa pertanyaan: “mengapa anakku seperti ini?”, “Prilaku siapakah yang ia tiru?” “Apakah aku salah dalam mendidik anak?” Dan pertanyaan lainnya. Mungkin jika kita rangkum pertanyaan tersebut, maka akan bermuara pada pertanyaan “bagaimana sih cara yang baik untuk memberikan pendidikan anak …?”
. 
Pendoman hidup kita adalah Al-qur’an dan Alhadist, termasuk di dalamnya pedoman kita dalam memberikan pendidikan anak. Untuk lebih memahaminya, tentu kita memerlukan pendapat dan nasehat dari tokoh agama (ulama). Sebelumnya kita telah membahas sedikit tafsir ayat Al-qur’an tentang pendidikan anak, berikut kita akan membahas “cara yang baik untuk mendidik anak”.

A.  Luqmanul Hakim dan Taburan Hikmah

Menurut Ahmad Zayadi, dkk ( 2004:176) ungkapan-ungkapan Luqman patut dijadikan teladan oleh siapapun pada zaman ini, sistematika nasehatnya yang dikemas dengan indah, tersusun dengan teratur dan didukung oleh contoh dan budi pekerti yang amat mulia, sehingga terhujam kedalam hati. Ia mulai menaburkan nasihatnya dengan tauhid/ mengesakan Allah, mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah (beribadah) dan menanankan budi pekerti yang mulia (akhlak al- karimah) sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman [31]:13 yang kita bahas sebelumnya.

Luqman meneruskan wasiat kepada putra- putranya untuk senantiasa memelihara dan memupuk rasa keimanan kepada Allah dengan senantiasa mengadakan komunikasi dengan Allah melalui ibadah shalat, mengerjakan yang baik dan mencegah yang mungkar dan bersabar atas segala sesuatu yang menimpanya.

Lebih lanjut, luqman mengingatkan putra- putranya untuk menjaga, memelihara dan menampilkan akhlak yang mulia. Saling mengasihi diantara mereka, tidak sombong dan angkuh, apalagi sampai membuang muka. Hal ini digambarkan dalam firman-Nya:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿١٨﴾ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚإِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿١٩﴾

Artinya :
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Luqman berkata pada putra- putranya “pilihlah delapan macam perkataan para Nabi a.s” :
1.  Apabila engkau sedang melakukan shalat, maka peliharalah hatimu
2.  Apabila engkau sedang berada dalam rumah orang lain, maka peliharalah matamu. 
3.  Apabila engkau berada ditengah- tengah manusia, maka jagalah mulutmu. 
4.  Apabila engkau sedang berada dalam hidangan, maka peliharalah orang di sekelilingmu.
5.  Ingatlah dua hal dan lupakanlah dua hal, dua hal yang harus diingat adalah Allah swt (5) dan mati (6). Sedangkan dua hal yang harus dilupakan ialah kebaikanmu terhadap orang lain (7) dan kejelekan orang lain terhadap kamu (8).

Disamping itu pula, ternyata luqmanul hakim sangat piawai dalam menanamkan rasa kepercayaan diri dan sikap istiqamah kepada putra- putranya dalam beramal shaleh ditengah- tengah terjangan badai godaan yang sangat besar. Hal ini patut ditiru oleh para orang tua, guru pada saat ini ditengah derasnya arus informasi yang susah dibendung, pergeseran budaya yang telah merusak tatanan kehidupan dan merebaknya peredaran obat- obat terlarang.

B.  Pendidikan Akhlak

Bambang Trim ( 2005:8 ) mengatakan, bahwa Sudah banyak contoh bagaimana orang tergelicir karena rendahnya akhlak. Meskipun orang tersebut pintar secara intelektual dan lulus dari perguruan tinggi ternama, karier dan kehidupannya hancur karena tidak memiliki akhlak yang baik. Hal itu ternyata disebabkan oleh minimnya pendidikan akhlak. Ia benar- benar dicetak menjadi anak supercerdas secara akademik, namun benar-benar rendah secara akhlak. Ingatlah hak anak seperti yang diungkapkan Rasulullah saw :
“seorang datang kepada Nabi saw dan bertanya,”Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?’ Nabi saw menjawab,’memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hati),’ (HR. Aththusi).

Peran ayah dan ibu sangat penting, terutama ibu yang mengasuh dan menjaga anak, memberikan perlindungan serta memberikan rangsangan dan pendidikan. Dipihak lain, sang ayah dengan tugas tradisoinalnya melindungi keluarga dan mencari nafkah, harus ditambah lagi dengan menerapkan child management dalam pendidikan anak. Ayah berperan membentuk kedisiplinan dan menyiapkan anak menghadapi realitas kehidupan.

Menurut Bambang Trim (2005:63) akhlak mulia yang bisa ditanamkan dan ditumbuhkan pada jiwa kanak- kanak, adalah sebagai berikut:

1.  Mencintai Allah.

Memang perlu kesabaran, ketelatenan dan kejelian untuk mengenalkan Allah Swt kepada anak dan membuat mereka mencintai-Nya. Oleh karena itu, dalam keluarga muslim, aktivitas yang bermuara kepada Allah seperti berdoa, shalat, bersyukur dan mengaji mutlak menghiasi rumah- rumah keluarga muslim.

Dalam hal mencintai Allah, anak juga akan melihat seberapa besar kecintaan orang tuanya terhadap Allah. Hal- hal konkret yang dilihat anak adalah ibadah sehari- hari orang tua, sikap orang tua terhadap ayah dan ibunya (kakek,nenek), selaras kata dan perbuatan, larangan yang tidak dilanggar sendiri oleh orang tua, hubungan baik dengan sesama manusia dan kecintaan kepada sesama makhluk Allah.

2.  Mencintai Rasulullah.

Menurut Bambang Trim (2005:66) anak- anak kita mungkin sama dengan teman-teman seusianya menyukai  tokoh- tokoh superhero rekaan manusia ataupun tokoh- tokoh yang kerap mereka lihat di layar kaca. Sejak dini, kenalkan tokoh Rasulullah saw sebagi sosok idola anak muslim sebelum tersalip dengan  tokoh- tokoh lain yang lebih yang lebih nyata bagi mereka.kisah keteladanan maupun kepahlawanan beliau harus sudah mulai disampaikan kepada anak- anak lewat buku, maupun lewat penceritaan langsung dari orang tua.

3.  Mencintai Al- qur’an.

Kegiatan mengaji Al-qur’an yang dipertontonkan atau ditunjukan kepada anak sejak dini akan mengundang keingintahuan anak dan membuat mereka terbiasa mendengar lantunan ayat suci.

Mengajarkan Al-qur’an merupakan dasar pendidikan islam. Demikianlah sehingga Rasulullah saw pun bersabda, ”sebaik- baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari ). Oleh karena itu sebaik-baik orang tua adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkan kepada anak- anaknya. “Didiklah anak- anakmu atas tiga hal: mencintai nabi mereka, mencintai keluarga Nabi, dan membaca Al-qur’an”( HR Ath-Tabrani ).

4.  Belajar Ibadah Wajib

Menurut Bambang Trim (2005:71) untuk lebih memantapkan akhlak anak, orang tua dapat mulai mengenalkan ibadah wajib sedini mungkin ketika anak menginjak usia tiga tahun. Rasulullah saw bersabda :“Mulailah mendidik bayi- bayi kalian dengan ucapan laa ilaha ilallah”. Sabda Rasul menyiratkan bahwa kali pertama kalimat yang didengar anak adalah kalimat tauhid sebagai syiar islam.

Nabi Muhammad saw pun pernah menegaskan, “perintahkan anak- anakmu untuk melakukan shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka atasnya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah diantara mereka tempat tidurnya” ( HR Hakim dan Abu Daud ) . Pukulan yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw tersebut dimaksudkan untuk mendidik (Dr.Hj Huzaemah Tahido Yanggo, 2004:24).

5.  Mengenalkan Halal dan Haram.

Dari ibnu Mas’ud ra telah berkata Rasulullah saw, “Taatlah kamu kepada Allah dan takutlah kamu berbuat maksiat kapada-Nya. Perintahkanlah semua anakmu untuk mengerjakan suruhan, dan menjauhi larangan karena hal itu merupakan benteng bagi mereka dan bagimu dari api neraka” (HR Ibnu Jarir dan Ibnu Muzir ).

Referensi:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More